Tahukah kalian pakaian tradisional dari negara manakah ini?
Bhutan!
Uniknya ini bukan sekedar pakaian tradisional, tapi pakaian sehari-hari masyarakat Bhutan.

Akhir tahun 2016 lalu saat sedang bekerja untuk sebuah konferensi internasional, aku berkesempatan mengobrol sedikit dengan ibu-ibu delegasi dari Bhutan ini. Selama beberapa hari, hanya bisa memandangi ibu-ibu dan bapak-bapak Bhutan ini dari jauh dan di hari terakhir aku memberanikan diri menyapa. Mengawali perbincangan dengan menyampaikan kekaguman pada pakaian tradisional yang mereka kenakan, lalu mereka pun bercerita kalau ini memang pakaian sehari-hari mereka.

Pakaian ini terbuat dari tenun lokal dan berlapis. Lapisan pertama berupa atasan lengan panjang yang disebut wonju. Lapisan pertama ini bahannya lebih tipis daripada lapisan terluar dan panjang lengannya pun lebih panjang. Selanjutnya di atas wonju, mereka memakai kain tenunnya yang disebut kira. Kira dililitkan ke badan sampai berbentuk seperti terusan, lalu di bagian pinggang ada kain kecil yang berfungsi sebagai ikat pinggang (kera) dan ujung-ujungnya dijepit dengan bros (koma). Lapisan luarnya disebut toego yang berbentuk seperti wonju. Sebagai sentuhan akhir, lengan wonju dilipat menimpa toego.

Mereka bercerita untuk berbagai kesempatan biasanya bahannya saja yang diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, kalau musim panas mereka ganti bahan atasannya menjadi katun atau ketika ada pesta diganti menjadi sutra.

Pakaian laki-lakinya tak kalah menarik, namanya gho. Sayang tidak sempat mengabadikan. Tapi jangan sedih, ini ada gambar dari CNN “The Wonder List” untuk mengintip. Bentuk pakaiannya adalah terusan selutut yang dibuat dari kain tenun juga. Unik kan!

Dari bahannya yang tebal kita bisa melihat cerminan letak geografis Bhutan yang berada di dataran tinggi. Kain memang bisa mencerminkan keadaan masyarakat yang menggunakan.

Baca juga:  Buku Wastra: Cerita Batik

Dari masyarakat Bhutan kita bisa belajar untuk tidak malu menggunakan pakaian tradisinya sebagai pakaian sehari-hari. Indonesia pun memiliki banyak jenis pakaian tradisional dan kain khas. Dan salah satu cara untuk melindungi budaya adalah menjadikan budayanya hidup atau living culture. Kita semua bisa melakukannya.

Share: