30 hari bercerita - Pekalongan, Pada Mulanya

Sekitar 5 tahunan yang lalu aku main ke kota ini dengan misi memburu berita.
Sesuai julukan kotanya, yaitu kota batik, yang dicari juga cerita batik.
Dibantu seorang sahabat yang sekaligus jadi guide lokal (dia mah di mana-mana jadi guide), kami berempat mengelilingi Pekalongan.

Sebuah perjalanan yang membawa keprihatinan.
Ngobrol sana sini mendapati cerita, para pengrajin batik ini berusaha bertahan hidup.
Karena bertempur dengan gempuran produk tekstil bermotif batik (batik printing orang biasa menyebut), pengrajin harus putar otak.
Ada yang tetap membatik walaupun tersengal-sengal, ada yang buat batik dengan sablon malam dingin, ada yang ikut cetak motif batik juga pakai printer atau banyak juga yang gulung tikar.
Ini tidak bisa dibiarkan!! (Well, ga sedrama itu sih 😋)
Tapi itu sudah cukup membuat resah dan menggelitik kami untuk berbuat sesuatu.

Seorang teman pernah bilang begini soal dilema batik dan kain/ wastra nusantara lainnya, “Ada palsuannya sebenarnya nggak apa-apa, kalau tahu aslinya seperti apa. Tapi masalahnya, aslinya juga nggak tahu.”
Jadi, para penggunanya ini juga perlu diedukasi.

Lalu, 5 tahun lalu di hari ini, rapat pertama dimulai untuk mengatur strategi perang mengenalkan kain/ wastra Indonesia. *cailah.
Dan jerengjengjeng lahirlah @agemandotco (Ada giveaway juga loh untuk merayakan Anniver5ary, yuk mampir!)
Nah setidaknya ya, dengan ini kami berusaha melakukan sesuatu, bukan hanya wacana.

Ageman preserves Indonesian textiles in real and surprising ways.
That’s what we do.

Perjalanan masih panjang dan penuh tantangan dari awal.
Habis pulang belanja pertama aja sudah berderai air mata.
Sampai sempat mau mundur aja.
Untung kekeraskepalaan si partner kesayangan, @clarasiakiky, sanggup menahanku untuk terus maju.
Ini perjalanan yang banyak mendatangkan sesi “mempertanyakan banyak hal”, sampai sekarang.
Apakah jadi semakin gampang setelah 5 tahun?
Engga juga. Hahaha. 😂
Masih banyak PRnya tentu saja.

Baca juga:  Selaras

Terima kasih untuk semua yang memberikan support, menantang atau pun mengkritisi langkah selama 5 tahun ini.

Terima kasih untuk mereka yang berbagi cinta kasih membantu hadirnya koleksi-koleksi Ageman, juga untuk yang sudah memeriahkan bazaar-bazaar kami, serta Pengagem yang diminta berbagi cerita & inspirasi, dan kolaborator-kolaborator yang luar biasa.
Pastinya untuk keluarga juga.
Apalah kami tanpa kalian semua.

Sampai jumpa di keseruan-keseruan berikutnya 🙋🏻🙆🏻🙋🏻🙆🏻
Yak karena kesempurnaan hanya milik Allah, jadi tetaplah di….

📷 @arioprintokorano

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC18 #30HBC1812 #30hbckota #Ageman #AgemanAnniver5ary #wastraraya untuk #IndonesiaRaya

Share: