Buku Wastra: Cerita Batik

Kalau bicara tentang wastra Indonesia, banyak informasi yang bisa ditemukan di dunia maya, tapi banyak juga yang dipertanyakan kredibilitas informasinya. Haha. Jadi, informasi yang bisa diandalkan itu tetap dari buku. Kali ini aku akan membahas buku yang bukan hanya must read tapi juga must have. Buku ini berjudul Cerita Batik dan dibuat oleh Iwet Ramadhan.

Iwet Ramadhan lebih banyak dikenal sebagai penyiar radio dan MC, tapi dia juga punya ketertarikan pada kain Indonesia, terutama batik. Dia sudah jatuh cinta pada batik dari kecil. Buah cintanya itu adalah buku ini dan juga brand TIK Prive yang sekarang lagi vakum.

Dalam buku ini Iwet menceritakan mulai dari bagaimana batik itu dibuat, proses dan alat-alatnya apa saja. Penjelasannya detil tapi tidak bertele-tele. Gaya bahasanya pun mengalir sekali sampai kita ga sadar sudah banyak ilmu yang dibagi. Di buku ini kita juga bisa membedakan batik-batik yang ada, karena ada contoh kain batik di dalamnya. Jadi kita bisa pegang sendiri, melihat dan membolak-balik kainnya untuk menemukan perbedaannya.

Di Cerita Batik dijelaskan juga tentang pengelompokan batik, agar kita bisa dengan mudah mengidentifikasi motif-motif yang kita temukan. Ada juga cerita tentang sejarahnya, jadi kita bisa melihat memori apa yang disimpan batik tentang masa pembuatannya dan kejadian-kejadian yang berpengaruh saat itu.

Buku ini akan membuat kalian jadi semakin menyadari betapa indahnya batik dari cerita di baliknya. Terlihat juga bagaimana orang-orang Indonesia sejak dulu sudah mempunyai pemikiran yang brilian. Orang-orang dulu sudah bisa membuat karya yang begitu kompleks dengan teknologi yang begitu sederhana. Lalu, ditambah lagi dengan kedalaman makna setiap motifnya. Batik jadi luar biasa.

Baca juga:  Kainku, Kainmu, Kain Kita

Itu tadi alasan kenapa buku ini masuk ke daftar must read. Lalu, buku ini masuk daftar must have karena buku ini handy dan informasinya cukup lengkap tentang batik. Buku wastra itu kebanyakan besar-besar dan hard cover. Dengan perpaduan konten dan tampilan yang ciamik, buku ini enak untuk dibaca berkali-kali. Cocoklah jadi buku pegangan tentang batik.

Setelah baca beberapa kali, masih aja suka jleb sama personal touchnya. Iwet menuliskan cita-citanya tentang “…generasi muda yang juga fasih dalam menceritakan detail budaya bangsanya”. Hal ini masih relevan sampai sekarang. Ya, kita butuh lebih banyak lagi kaum muda yang fasih menceritakan budaya bangsanya. Aku rekomendasikan sekali buku ini. Kalau ada yang sudah baca juga, boleh berbagi ceritanya ya di kolom komen. Thanks for reading!

Share: